8 September, Hari Literasi Internasional

JAKARTA, KalderaNews.com – Hari Aksara Internasional diperingati setiap 8 September. Pada tanggal tersebut, seluruh dunia memperingati hari yang juga disebut Hari Literasi Internasional. Peringatan tahunan ini bertujuan untuk mengingatkan masyarakat pentingnya literasi sebagai martabat dan hak asasi setiap manusia.

Peringatan Hari Aksara Internasional terus dilakukan untuk menjaga kesadaran pentingnya melek huruf dalam masyarakat sehingga dapat terus memajukan agenda literasi menuju masyarakat yang lebih melek huruf dan berkelanjutan.

Tema ini diangkat di tengah krisis Covid-19 yang telah mengganggu pembelajaran anak-anak, remaja, dan orang dewasa dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Hambatan ini tentu kian memperbesar ketidaksetaraan yang sudah ada sebelumnya dalam akses ke peluang pembelajaran keaksaraan yang bermakna. Sekira 773 juta orang muda dan orang dewasa di dunia tidak melek huruf.

Literasi dasar sendiri terdiri dari enam jenis, yaitu literasi baca tulis, numerasi, digital, sains, budaya dan kewargaan serta finansial. Seseorang yang mengalami kekurangan literasi dasar berarti kurang mampu atau tidak mengerti tentang literasi-literasi tersebut.

Peringatan yang kerap pula disebut sebagai Hari Melek Huruf Internasional ini muncul sejak diadakannya konferensi Pemberantasan Buta Huruf di Teheran, Iran, pada 8-19 September 1965. Konferensi itu pun menyepakati peringatan Hari Aksara Internasional yang jatuh pada setiap 8 September.

Hari Aksara Internasional juga mendorong komitmen serta mengajak seluruh masyarakat dunia untuk peduli terhadap penuntasan buta aksara. Sejak penyelenggaraan Hari Aksara Internasional pertama pada tahun 1966, peringatan ini terus dilakukan setiap tahun sebagai wujud memajukan agenda keaksaraan di tingkat global, regional, dan nasional.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *