WEBINAR Perdana IGI Sumsel Sukses

Sumatera Selatan, IGI.OR.ID- Webinar perdana yang digelar Ikatan Guru Indonesia (IGI) Sumatera selatan (IGI) Sumsel sukses digelar melalui aplikasi zoom, Senin (30/8). Ketua Wilayah IGI Sumsel, Aswin, S.Pd., M.Si. mengatakan, Webinar dengan tema literasi baca tulis dan numerasi diikuti dengan antusias oleh 203 peserta. “Sebenarnya peserta yang terdaftar dalam webinar ini ada 331 namun karena kendala jaringan peserta maka yang bisa mengikuti dengan baik sebanyak 203 peserta,” ujarnya.

Senada dengat Ketwil IGI Sumsel, Ketua Panitia webinar Literasi, eka Fitriani, S.Pd mengatakan, peserta yang terdata mengikuti kegiatan tidak hanya berasal dari Sumatera Selatan, namun ada juga peserta yanng berasal dari Riau, Jambi, Lampung, Jawa Barat dan Nusa Tenggara Barat. “Ini menunjukkan bahwa kegiatan IGI sangat diminati dan dinanti oleh para guru guna meningkatkan kompetensi mereka,” ujarnya.

Kegiatan webinar ini menghadirkan dua narasumber yang sangat berkompeten dibidangnya. Pertama Kepada Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan, Fitriana., S.Sos., M.Si. dengan materi Memahami Pentingnya Literasi Baca Tulis Bagi Anak. Literasi baca tulis penting karena sebagai kunci mempelajari ilmu pengetahuan, meningkatkan kemampuan berbahasa dan memperkaya kosa kata,” terangnya.

Dikatakannya, literasi baca tulis juga dapat meningkatkan empati, meningkatkan konsentrasi dan fokus, mengurangi stress, mengembangkan minat pada hal-hal baru dan juga sebagai hiburan. Proses literasi baca tulis bisa dilakukan melalui keluarga, sekolah dan masyarakat. “Membacakan buku kepada anak sejak dini, membaca buku bersama, menceritakan sejarah dan memori keluarga, memberikan buku sebagai hadiah bisa dilakukan oleh orang tua untuk mengembangkan literasi anak,”. Tuturnya.

Pemateri kedua, Pendiri IGI dan Presidium Gernas Tastaka (Gerakan Nasional Pemberantasan Buta Matematika), Ahmad Rizali memaparkan materi Kecakapan Numerasi dan Pencapaian Target Generasi Emas Indonesia 2045. “Jika numerasi tidak diperbaiki akan sangat sulit generasi emas Indonesia 2045 tercapai,” ujarnya.

Sebagai respon Keprihatinan terhadap Kondisi literasi numerasi di Indonesia maka terbentuklah Gerakan Nasional Pemberantasan Buta Matematika (Gernas Tastaka) dengan berkonsentrasi pada numerasi anak tingkat Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah yang berdasarkan prinsip bernalar, kontekstual, sederhana dan mendasar. “September nanti Gernas Tastaka siap melatih 160 guru SD/MI di Muara Enim dan pendanaannya disupport oleh PT BA,” ujar Ahmad Rizali.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *