Tak Mau Guru Tertinggal Kompetensi, SMKN 1 Sungai Lilin Gandeng IGI Sumsel

Musi Banyuasin — Komitmen meningkatkan kompetensi guru terus ditunjukkan SMKN 1 Sungai Lilin. Di tengah tuntutan profesionalisme dan transformasi digital pendidikan yang terus berkembang, Kepala SMKN 1 Sungai Lilin, Erwan Dirgantara, M.Pd., kembali menggandeng Ikatan Guru Indonesia (IGI) Wilayah Sumatera Selatan sebagai narasumber dalam kegiatan workshop yang digelar di SMKN 1 Sungai Lilin, Rabu, 16 September 2026.

Workshop yang diikuti 63 guru SMKN 1 Sungai Lilin tersebut mengangkat tema “Meningkatkan Nilai Document Management System (DMS) dan Indeks Profesionalitas (IP) bagi Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan di SMKN 1 Sungai Lilin.”

Hadir sebagai narasumber, Sapto Abadi, M.Pd., Ketua Wilayah Ikatan Guru Indonesia Provinsi Sumatera Selatan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam mendorong guru dan tenaga kependidikan untuk memahami pentingnya pengelolaan dokumen secara baik sekaligus meningkatkan profesionalitas dalam menjalankan tugas. Peserta tidak hanya mendapatkan pemaparan materi, tetapi juga diarahkan untuk memahami dan mempraktikkan pengelolaan dokumen serta pengembangan kompetensi secara lebih sistematis.

Ketiga Kalinya Berkolaborasi dengan IGIWorkshop ini bukan kali pertama SMKN 1 Sungai Lilin berkolaborasi dengan IGI Sumsel. Kegiatan tersebut tercatat sebagai kolaborasi ketiga sekolah dengan menghadirkan narasumber dari IGI.

Sebelumnya, SMKN 1 Sungai Lilin telah menghadirkan Juwairia, M.Pd., Ketua Badan Diklat IGI Sumsel, untuk memberikan materi tentang Canva. Sekolah juga pernah menghadirkan Fitrah Cyntha Dirna, M.Pd., dengan materi Pembelajaran Mendalam dan Public Speaking.

Kolaborasi yang dilakukan secara berkelanjutan tersebut menunjukkan adanya komitmen sekolah untuk terus menghadirkan penguatan kompetensi guru melalui narasumber yang memiliki pengalaman dan kompetensi sesuai kebutuhan.

Kepala SMKN 1 Sungai Lilin, Erwan Dirgantara, M.Pd., mengatakan bahwa peningkatan kompetensi guru merupakan kebutuhan yang harus dilakukan secara berkelanjutan.

“Kami tidak ingin guru-guru kami tertinggal dalam kompetensi. Perkembangan pendidikan sangat cepat, sehingga guru harus terus belajar dan meningkatkan kemampuan. Karena itu, kami berupaya menghadirkan narasumber yang sesuai dengan kebutuhan guru, salah satunya melalui kolaborasi dengan IGI Sumsel.”

Menurut Erwan, kerja sama dengan IGI memberikan ruang bagi guru untuk memperoleh wawasan dan pengalaman baru yang dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas di sekolah.

“Kami berterima kasih kepada IGI Sumsel yang selama ini bersedia berkolaborasi dengan SMKN 1 Sungai Lilin. Ini sudah yang ketiga kalinya kami menghadirkan narasumber dari IGI, dan kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut,” tambahnya.

IGI Sumsel Terbuka untuk BerkolaborasiSementara itu, Ketua Wilayah IGI Sumsel, Sapto Abadi, M.Pd., mengapresiasi kepercayaan SMKN 1 Sungai Lilin kepada IGI Sumsel dalam pengembangan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan.

Menurut Sapto, kolaborasi antara organisasi profesi guru dan satuan pendidikan dapat menjadi salah satu cara untuk menghadirkan pengembangan kompetensi yang lebih dekat dengan kebutuhan nyata di sekolah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kepala SMKN 1 Sungai Lilin dan seluruh guru yang telah memberikan kepercayaan kepada IGI Sumsel. Ini merupakan bentuk kolaborasi yang sangat positif. IGI hadir bukan hanya sebagai organisasi, tetapi juga sebagai ruang untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik antarguru.”

Sapto juga menyampaikan bahwa IGI Sumsel terbuka untuk berkolaborasi dengan sekolah-sekolah lain yang membutuhkan narasumber atau fasilitator dalam pengembangan kompetensi guru dan tenaga kependidikan.

“Kami mempersilakan sekolah-sekolah lain yang membutuhkan narasumber dari IGI Sumsel untuk berkolaborasi. Kami memiliki banyak guru dan praktisi yang memiliki kompetensi di berbagai bidang, mulai dari digitalisasi pembelajaran, pembelajaran mendalam, pengembangan profesionalisme, hingga berbagai inovasi pendidikan.”

Ia menambahkan, kolaborasi seperti yang dilakukan SMKN 1 Sungai Lilin menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi guru tidak selalu harus dilakukan melalui kegiatan berskala besar. Yang terpenting adalah adanya kemauan sekolah untuk belajar, kebutuhan yang jelas, serta kolaborasi dengan pihak yang tepat.

Workshop berlangsung dalam suasana interaktif. Para guru mengikuti pemaparan materi, berdiskusi, serta terlibat dalam aktivitas praktik yang berkaitan dengan materi yang disampaikan.

Melalui kegiatan tersebut, SMKN 1 Sungai Lilin berharap kompetensi guru dan tenaga kependidikan semakin berkembang, pengelolaan administrasi dan dokumen menjadi lebih baik, serta profesionalitas pendidik terus meningkat sejalan dengan tuntutan pendidikan yang semakin dinamis.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *