Oleh : RENY DIANA, S.Pd, M.Pd (GURU SMPN.1 Prabumulih)
KETUA MGMP IPA KOTA PRABUMULIH
Peserta Diklat Calon Kepala Sekolah Angkatan IV Kota Prabumulih tahun 2021
Selaras dengan visi Kota Prabumulih “Terwujudnya Kota Prabumulih Sebagai Kota PRIMA (Prestasi, Religius, Inovatif, Mandiri, Aman) dan Berkualitas” dimana salah satu dari harapan yang ingin dicapai dalam arti yang luas adalah sebuah kota yang mandiri. Secara khusus di dunia pendidikan kata mandiri adalah sebuah karakter yang harus ditanamkan dan menjadi kebiasaan dalam diri peserta didik.
Mandiri adalah sikap dan perilaku seseorang yang mencerminkan perbuatan yang cenderung individual (mandiri), tanpa bantuan dan pertolongan dari orang lain. Mandiri identik dengan kedewasaan, berbuat sesuatu tidak harus ditentukan atau diarahkan sepenuhnya oleh orang lain. Kemandirian anak sangat diperlukan dalam rangka membekali mereka untuk menjalani kehidupan yang akan datang. Dengan kemandirian ini seorang anak akan mampu untuk menentukan pilihan yang ia anggap benar, selain itu ia berani memutuskan pilihannya dan bertanggung jawab atas resiko dan konsekwensi yang diakibatkan dari pilihannya tersebut. (Ambarsari :2013)
Mengacu kepada hasil raport mutu SMP Negeri 1 Prabumulih pada tahun 2020, dimana pada standar kelulusan masih terlihat bahwa peserta didik kurang memiliki keterampilan berpikir dan bertindak mandiri. Berkurangnya karakter baik dalam diri peserta didik terutama nilai kemandirian jelas terlihat diawal diberlakukannya pertemuan tatap muka terbatas. Hal ini tentu saja dikarenakan adanya loss learning baik segi konten materi pembelajaran dan karakter-karakter baik yang dialami peserta didik selama pembelajaran dari rumah. Untuk mengatasi hal ini maka penulis merasa sangat perlu untuk mengangkat judul “Upaya meningkatkan keterampilan berpikir dan bertindak mandiri peserta didik melalui program menghapal satu hari satu ayat di SMP Negeri 1 Prabumulih” sebagai Rencana Proyek Kepemimpinan. Program ini juga selaras dengan salah satu program Pemerintah Kota Prabumulih yaitu memberantas buta aksara Alquran.
Tujuan yang ingin dicapai pada kegiatan Rencana Proyek Kepemimpinan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan berpikir dan bertindak mandiri pada peserta didik di SMP Negeri 1 Prabumulih melalui Program Menghapal Satu Hari Satu Ayat ditandai dengan adanya perubahan pada diri peserta didik yaitu terciptanya jiwa religius dan tertanamnya karakter mandiri, kreatif, disiplin, dan bertanggung jawab dalam diri peserta didik khususnya di SMP Negeri 1 Prabumulih. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan dalam kegiatan ini adalah studi dokumentasi, wawancara, dan observasi menggunakan angket.
Langkah-langkah kegiatan dalam menjalankan program yang telah disetujui dan mendapatkan dukungan penuh dari Ibu Kepala SMPN.1 Prabumulih yaitu Ibu Riantini, S.Pd., MM. dan Pengajar Diklat Ibu Irma Yusnita, S.Pd., MM. diawali dengan persiapan kegiatan yaitu berupa sosialisasi program kepada seluruh warga sekolah dan menyiapkan administrasi kegiatan. Pada tahap pelaksanaan kegiatan ini peserta didik menghapal satu ayat setelah pulang sekolah dirumah masing-masing. Kemudian hari berikutnya dengan membawa lembar setoran hapalan, peserta didik mulai secara bergiliran menyetorkan hapalan satu ayat mereka kepada guru yang mengajar di jam pertama sebelum Kegiatan Belajar Mengajar dimulai. Guru akan menyimak bacaan peserta didik dan memberikan komentar lancar, tidak lancar, atau mengulang pada lembar setoran hapalan peserta didik.
Dari hasil analisis monitoring dan evaluasi (monev) yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa adanya peningkatan keterampilan berpikir dan bertindak mandiri pada peserta didik di SMP Negeri 1 Prabumulih melalui Program Menghapal Satu Hari Satu Ayat. Terwujudnya wellbeing student yang dilihat dari peningkatan karakter disiplin menyetorkan hapalan tepat waktu, kreatif dalam menghapal ayat per ayat perhari, bertanggung jawab terhadap membawa lembar setoran hapalan setiap hari, dan mandiri dalam melaksanakan tugas-tugas dari guru, serta meningkatnya nilai-nilai religius dalam diri peserta didik dengan nilai rata-rata hasil analisis monev sebesar 97,75 dan kategori sangat baik. Selain itu juga meningkatnya kompetensi calon Kepala sekolah dalam memanajemen sebuah program (kemampuan membentuk dan menggerakkan TIM) yang dilihat dari keterlaksanaan kegiatan Program Menghapal Satu hari Satu Ayat dengan nilai rata-rata 97 dan kategori sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian penulis ini, maka penulis merekomendasikan program ini untuk diadaptasi sebagai salah satu program unggulan sekolah.
Artikel ini sudah dimuat di koran Prabumulih Pos edisi Senin 15 Nopember 2021
