IGI Sumatera Selatan Perkuat Sinergi dengan Dinas Pendidikan untuk Peningkatan Kompetensi Guru

IGI Sumatera Selatan, Palembang – IGI Sumatera Selatan melaksanakan audiensi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan sebagai langkah memperkuat sinergi peningkatan kompetensi guru dan kemajuan pendidikan daerah. Pertemuan berlangsung dalam suasana dialogis dengan moderator Kabid PTK, Hj. Ekadiani Hartini, yang memfasilitasi pembahasan antara pengurus IGI Sumsel dan jajaran dinas.

Ketua Wilayah IGI Sumatera Selatan, Sapto Abadi, M.Pd., dalam sambutannya memperkenalkan jajaran pengurus wilayah masa bakti 2026–2031. Pada kesempatan tersebut juga disampaikan permohonan dukungan terhadap program kerja IGI Sumsel serta undangan kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan untuk menghadiri Rapat Kerja Wilayah yang dijadwalkan pada 25 April mendatang.

Dalam audiensi tersebut, Ketua Wilayah juga menyampaikan harapan agar Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan berkenan menjadi Dewan Pembina IGI Sumatera Selatan. IGI Sumsel menegaskan memiliki rekam jejak pelaksanaan pelatihan guru sejak masa pandemi hingga saat ini, dengan fokus pada peningkatan kompetensi pembelajaran dan penguatan profesionalisme pendidik.

IGI Sumatera Selatan juga menegaskan komitmennya sebagai perpanjangan tangan dalam menyampaikan aspirasi guru kepada Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan. Selain itu, IGI menyatakan kesiapan memberikan penguatan dan advokasi terhadap berbagai persoalan yang muncul antara guru dan pemangku kepentingan lainnya agar dapat diselesaikan secara profesional dan kekeluargaan.

Kabid PTK menyampaikan bahwa Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan diharapkan dapat menjadi rumah bagi guru. Jika terdapat kendala atau permasalahan, koordinasi diharapkan dilakukan langsung melalui bidang PTK sehingga tidak berkembang di media sosial. Dinas juga berharap pelatihan yang dilaksanakan IGI Sumsel berjalan lancar dengan memperhatikan aspek pembiayaan serta memastikan guru tetap mengutamakan tugas pokok di sekolah.

Dalam sesi diskusi, Kepala PKLK, Tatang, mengajukan sejumlah pertanyaan terkait posisi IGI sebagai organisasi profesi. Pertanyaan mencakup relasi IGI dengan organisasi profesi lain seperti PGRI, kebebasan anggota untuk mengikuti organisasi lain, serta keterbukaan kegiatan IGI bagi guru non-anggota.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Wilayah IGI Sumatera Selatan menegaskan bahwa semua guru memiliki kebebasan memilih organisasi profesi. IGI tidak membatasi keanggotaan ganda dan membuka ruang kolaborasi dengan organisasi lain. Kegiatan IGI juga terbuka bagi seluruh guru, baik anggota maupun non-anggota, sebagai bagian dari upaya bersama meningkatkan kompetensi pendidik.

Arahan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Hj. Mondyaboni, S.E., S.Kom., M.Si., M.Pd., menegaskan bahwa Dinas dan IGI memiliki visi yang sama dalam memajukan pendidikan di Sumatera Selatan. Dengan keterbatasan anggaran, peningkatan kompetensi guru tetap harus berjalan melalui kerja sama dengan mitra pelatihan. IGI diharapkan menjadi penyambung aspirasi guru serta mendorong pendampingan siswa dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran. Usulan pembentukan dewan pembina akan dibahas lebih lanjut, dan diharapkan IGI dapat berjalan beriringan dengan organisasi profesi lain.

Wakil Ketua IGI Sumatera Selatan, Sarono, menambahkan bahwa IGI berkomitmen mengawal berbagai permasalahan agar tidak berkembang menjadi polemik di media sosial. Aspirasi anggota dan guru akan disampaikan secara langsung kepada Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, sehingga komunikasi tetap konstruktif dan berorientasi pada kemajuan pendidikan di Sumatera Selatan. (da)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *